Suami Istri Jarang Ngobrol: Penyebab dan Cara Memulainya Lagi

Obrolan suami istri bisa menipis pada pasangan yang masih saling sayang, karena tenaga dan perhatian sudah terpakai sebelum malam tiba. Penelitian di luar negeri mengaitkannya dengan tiga hal yang bisa Anda periksa sendiri di rumah.

Jawaban Singkat

Obrolan suami istri menipis terutama karena tiga hal: stres dan suasana hati dari luar rumah ikut pulang, tenaga untuk bersabar sudah habis di akhir hari, dan ponsel menyela waktu berdua. Ketiganya bisa dikenali, lalu diperbaiki pelan-pelan, dimulai dari sepuluh menit tanpa ponsel malam ini.

Tiga hal yang dikaitkan penelitian dengan obrolan yang menipis

1. Stres dari luar rumah ikut pulang

Dalam sebuah studi catatan harian di Amerika Serikat, 43 pasangan menuliskan kejadian di tempat kerja dan sikap mereka di rumah selama lima hari berturut-turut. Pada hari ketika ada interaksi yang tidak enak di tempat kerja, suami dan istri sama-sama melaporkan lebih banyak marah dan menarik diri pada pasangannya malam itu. Setelah hari kerja yang sangat padat, pola itu terlihat pada para istri. Suasana hati negatif yang ikut pulang menjadi salah satu penjelasannya.

Menarik diri sering tampak sebagai diam, dan diam yang berulang terasa seperti jarang ngobrol. Jadi kalau obrolan paling seret pada hari-hari kerja yang berat, penyebabnya mungkin bukan hubungan itu sendiri.

2. Tenaga untuk bersabar sudah habis di akhir hari

Studi lain mengikuti pasangan yang baru menikah selama 14 hari. Pada hari ketika stres lebih tinggi dari biasanya, mereka melaporkan lebih banyak sikap negatif kepada pasangan dan menilai hubungannya kurang positif. Sebagian besar efeknya dijelaskan oleh habisnya tenaga untuk mengendalikan diri. Para peneliti menyimpulkan bahwa pasangan yang bahagia pun bisa sulit bersikap baik ketika sedang tertekan.

Artinya, obrolan yang macet di jam terakhir sebelum tidur belum tentu tanda hubungan memburuk. Bisa jadi jamnya yang kurang tepat, karena tenaga memang sedang paling tipis.

3. Ponsel menyela waktu berdua

Dalam studi catatan harian terhadap 173 pasangan selama 14 hari, orang yang pada suatu hari merasa lebih sering terganggu perangkat seperti ponsel di sela waktu bersama pasangan, dibanding biasanya, cenderung merasa hubungannya kurang baik pada hari itu. Mereka juga melaporkan lebih banyak perselisihan soal teknologi, menilai obrolan tatap muka kurang menyenangkan, dan suasana hatinya lebih negatif. Pola itu tetap ada setelah memperhitungkan depresi, kecenderungan cemas dalam keterikatan, dan kepuasan hubungan secara umum.

Tinjauan atas 52 studi dengan sekitar 19.700 peserta menunjukkan arah yang sama: mengabaikan pasangan demi ponsel berkaitan dengan kepuasan, keintiman, dan kepekaan terhadap pasangan yang lebih rendah, serta lebih banyak konflik. Sebagian besar studi itu hanya menunjukkan keterkaitan. Ponsel belum tentu penyebabnya, tetapi polanya cukup konsisten untuk dicoba dikurangi.

Semua penelitian di atas dilakukan di luar Indonesia, sebagian besar pada pasangan di Amerika Serikat. Anggap sebagai petunjuk untuk diperiksa di rumah Anda sendiri, bukan sebagai angka yang pasti berlaku.

Cek cepat: kapan obrolan Anda paling seret?

Kapan obrolan paling seret Kemungkinan penyebab Yang bisa dicoba
Setelah hari kerja yang berat Stres dan suasana hati dari luar rumah ikut pulang Beri jeda sebentar, mandi atau minum dulu, baru bicara
Larut malam, mendekati jam tidur Tenaga untuk bersabar sudah habis Geser obrolan ke jam yang tenaganya belum terkuras
Ketika salah satu memegang ponsel Ponsel menyela perhatian Taruh ponsel di tempat yang tidak terlihat selama mengobrol

Yang bisa dicoba malam ini

  1. Pilih waktu yang tenaganya belum habis. Kalau bisa, jangan di menit terakhir sebelum tidur.
  2. Taruh kedua ponsel di tempat yang tidak terlihat, di ruangan lain atau di dalam laci, bukan sekadar tertelungkup di meja.
  3. Mulai dari satu pertanyaan ringan, bukan keluhan dan bukan urusan uang. Misalnya: “Apa yang paling menyita tenaga hari ini?”
  4. Berhenti setelah sepuluh menit, lalu ulangi besok. Tujuan hari pertama bukan obrolan panjang, tetapi kebiasaan duduk berdua tanpa gangguan.

Sepuluh menit dipilih karena mudah dimulai, bukan karena angka itu punya khasiat khusus. Kalau terasa terlalu lama, mulai dari lima menit.

Kalau obrolan tetap macet

Tulisan ini tidak mendiagnosis siapa pun. Kalau obrolan tetap macet atau selalu berakhir bertengkar walau sudah dicoba berminggu-minggu, bicara dengan psikolog bisa membantu; pencarian psikolog yang terdaftar ada di situs HIMPSI, dimulai dengan memilih provinsi. Kalau salah satu tampak tertekan sampai sulit menjalani hari, puskesmas atau rumah sakit terdekat yang punya layanan kesehatan jiwa bisa membantu dan merujuk bila perlu. Jangan menunggu bila ada keinginan menyakiti diri sendiri.

Bila diam yang Anda rasakan datang dari pasangan yang cenderung tertutup, bukan dari lelah atau ponsel, baca juga Pasangan Tidak Mau Terbuka?

Tulisan lain tentang hubungan ada di topik Keharmonisan Pasangan, dan pertanyaan untuk malam hari terkumpul di seri Obrolan Malam Berdua.

Cerpen Malam Berdua

Pukul sembilan lewat, Naya sudah tidur dan dapur akhirnya sepi. Sari mengelap meja sambil menghitung pesanan besok, buku catatannya terbuka di antara dua gelas kosong. Bayu duduk di seberangnya dengan ponsel di tangan, menggulir layar tanpa benar-benar membaca.

“Besok nasi kotaknya dua puluh lima, ya. Telur belum dibeli,” kata Sari.

“Nanti pagi aku ke pasar.”

Hening. Hanya kulkas yang berdengung.

“Kapan terakhir kita ngobrol selain soal pesanan?” tanya Sari pelan.

Bayu mengangkat wajah. “Aku juga baru sadar. Tiap malam isinya cuma daftar belanja.”

“Aku capek, kamu juga. Tapi aku kangen dengar ceritamu.”

“Cerita apa? Hariku cuma pasar dan antar pesanan.” Bayu tersenyum canggung.

“Justru itu. Cerita pasar juga boleh.”

“Sepuluh menit saja malam ini. Ponselnya taruh di rak.”

Bayu tertawa kecil dan menaruh ponselnya. “Mulai dari mana?”

“Hari ini, apa yang paling bikin kamu capek?”

Teh dituang, uapnya naik pelan di bawah lampu dapur. Kali ini tidak ada yang menyebut telur.


Obrolan Malam Ini
  • Hal kecil apa dari hari ini yang ingin kamu ceritakan padaku?
  • Kapan terakhir kita tertawa bersama, dan apa yang membuatnya lucu?
  • Jam berapa tenagamu paling habis, dan jam berapa paling enak untuk kita ngobrol?
  • Bagaimana caranya supaya ponsel tidak ikut duduk di meja saat kita bicara?