Pada 22 Oktober 2026 pemerintah Inggris meluncurkan kampanye Be Ready yang meminta rumah tangga menyiapkan persediaan untuk tiga hari, dan media melaporkan bahwa Jepang akan menyampaikan imbauan serupa pada 2 November: minimal tiga hari, idealnya seminggu. Di Indonesia, BMKG sudah lama menyebut tas siaga untuk 72 jam pertama setelah bencana, jadi angka tiga hari bukan hal baru bagi keluarga di sini.
Persediaan darurat rumah tangga yang dianjurkan minimal tiga hari, idealnya tujuh hari: air minum 3 liter per orang per hari (belum termasuk untuk memasak dan mencuci), makanan tahan lama yang tidak perlu dimasak, perlengkapan toilet dan kebersihan, obat, senter, radio, power bank, uang tunai, dan dokumen dalam wadah kedap air. Rencanakan juga apa yang dilakukan tanpa internet, cara menjaga rumah di malam hari, dan tetangga yang bisa diajak bekerja sama. Mulai dari tiga hari, cicil per minggu, simpan di tempat yang tidak terlihat dari luar, dan tidak perlu panik atau menimbun.
Apa yang sebenarnya dianjurkan Inggris dan Jepang
Inggris. Halaman resmi Be Ready dari pemerintah Inggris meminta rumah tangga siap bertahan tiga hari bila layanan dasar terputus. Isinya: air kemasan 3 liter per orang per hari untuk minum (tambahan untuk memasak dan mencuci), makanan tahan lama yang tidak perlu didinginkan atau dimasak, perlengkapan kebersihan, senter dengan baterai cadangan, radio berbaterai atau engkol, power bank yang sudah terisi, uang tunai, salinan dokumen penting, obat rutin, dan kotak P3K. Halaman itu juga menyarankan memeriksa tanggal kedaluwarsa dan memperbarui isinya setiap enam bulan.
Jepang. Menurut laporan Seoul Economic Daily yang mengutip stasiun FNN, Menteri Manajemen Bencana Goshi Hosono berencana mengeluarkan permintaan nasional pada 2 November, bersamaan dengan peluncuran badan penanggulangan bencana baru. Isinya: persediaan makanan, air, dan perlengkapan toilet untuk minimal tiga hari, dan seminggu bila memungkinkan, karena bantuan bisa tertunda setelah bencana besar. Kami belum menemukan dokumen resmi pengumumannya; rencana itu baru dilaporkan media. Anjuran “minimal tiga hari, idealnya seminggu” sendiri sudah lama menjadi pegangan di Jepang.
Dua negara besar, waktu berdekatan: kebetulan atau disengaja?
Pertanyaan ini wajar. Jawaban jujurnya: tidak ada bukti bahwa Inggris dan Jepang berkoordinasi, tetapi ada beberapa hal yang menjelaskan kenapa keduanya terlihat serempak. Kami pisahkan antara yang diketahui, yang belum diketahui, dan penafsiran kami.
Yang diketahui.
- Inggris meluncurkan Be Ready pada 22 Oktober 2026 lewat Cabinet Office. Laporan UK Defence Journal menyebutnya tahap pertama program tiga tahun, dengan dasar tiga hari yang sama seperti panduan di Prancis, Irlandia, dan Belanda.
- Waktu rencana Jepang, 2 November, dikaitkan dengan peluncuran badan penanggulangan bencana baru. Jadi jadwalnya punya alasan dalam negeri sendiri.
- Keduanya bukan satu-satunya. Pada Maret 2025 Komisi Eropa merilis Strategi Uni Kesiapsiagaan Eropa yang, seperti dilaporkan CNN, meminta warga punya persediaan setidaknya tiga hari (72 jam). Dokumen itu menyebut perang Rusia di Ukraina, ketegangan geopolitik, sabotase infrastruktur penting, dan perang elektronik sebagai alasannya.
Yang belum diketahui. Alasan resmi Inggris dan Jepang, sejauh yang kami temukan, adalah layanan dasar yang bisa terganggu dan bantuan yang bisa terlambat, bukan perang tertentu. Laporan tentang Jepang tidak menyatakan bahwa Jepang mengikuti Inggris. Dugaan di media sosial bahwa dua pengumuman itu adalah tanda sesuatu yang akan terjadi tidak didukung dokumen resmi yang kami temukan. Kami juga belum bisa memastikan detail panduan di Swedia, Finlandia, dan Jerman, yang di berita disebut ikut memperbarui panduan sejak 2024.
Penafsiran kami (bukan fakta). Kemungkinan paling masuk akal adalah gabungan: dua jadwal dalam negeri yang kebetulan berdekatan, di tengah tren yang lebih luas sejak 2024 ketika banyak pemerintah, terutama di Eropa, memperbarui panduan kesiapsiagaan karena ketegangan keamanan dan bencana alam. Pemberitaan lalu menyatukan dua kabar itu menjadi satu cerita besar. Itu penafsiran, bukan pembuktian. Cara paling sehat membacanya: pengingat untuk bersiap, bukan peringatan bahwa sesuatu pasti akan terjadi.
Kenapa tetap relevan untuk keluarga di Indonesia
Gempa, banjir, dan listrik padam berhari-hari adalah risiko yang dikenal di banyak daerah di Indonesia. BMKG menyebut tas siaga bencana berisi dokumen penting, makanan, air, obat-obatan, dan alat komunikasi untuk 72 jam pertama, dan Pusat Krisis Kemenkes memuat daftar sepuluh butir, dari air minum, dokumen, masker, dan uang tunai sampai peluit, ponsel, pakaian ganti, perlengkapan mandi, senter, dan baterai. Daftar di bawah ini menggabungkan ketiga sumber itu dan menambahkan hal praktis untuk rumah.
Berapa banyak air yang perlu disimpan
Angka 3 liter per orang per hari untuk minum dipakai di panduan Inggris. Hitungan di bawah ini contoh buatan kami; air untuk memasak, mencuci, dan menyiram toilet perlu ditambah, dan kebutuhan nyata tiap rumah berbeda.
| Jumlah orang di rumah | Air minum 3 hari | Air minum 7 hari |
|---|---|---|
| 2 orang | 18 liter | 42 liter |
| 4 orang | 36 liter | 84 liter |
| 6 orang | 54 liter | 126 liter |
Kalau 84 liter terasa mustahil disimpan, itu wajar. Mulailah dari tiga hari. Untuk hari keempat sampai ketujuh, yang sering lebih penting adalah tahu di mana sumber air alternatif di sekitar rumah dan bagaimana membuatnya layak minum (dibahas di bagian skenario).
Checklist lengkap: centang yang sudah ada
Dibagi per kelompok. Kolom “inti 3 hari” yang paling perlu lebih dulu; kolom “tambahan sampai 7 hari” menyusul sesuai kemampuan. Daftar ini tidak menyebut merek atau tempat membeli.
Air dan makanan
| Barang | Inti 3 hari | Tambahan sampai 7 hari |
|---|---|---|
| Air minum | ☐ 3 liter per orang per hari, dalam botol atau galon tertutup | ☐ Sampai 21 liter per orang; ☐ air tambahan untuk memasak dan mencuci |
| Menjernihkan air | ☐ Panci untuk merebus air | ☐ Cadangan bahan bakar masak; ☐ kain bersih untuk menyaring air keruh |
| Makanan siap santap | ☐ Kalengan, biskuit, kacang, buah kering, dan makanan lain yang tidak perlu dimasak dan biasa dimakan keluarga | ☐ Stok untuk empat hari berikutnya |
| Bahan pokok | ☐ Mi atau bubur instan untuk keadaan darurat | ☐ Beras, mi, dan lauk tahan lama |
| Alat makan dan masak | ☐ Pembuka kaleng; ☐ sendok dan piring sekali pakai | ☐ Kompor portabel dan tabung bahan bakar cadangan |
| Makanan khusus | ☐ Susu dan makanan bayi siap saji; ☐ makanan untuk diet tertentu | ☐ Stok seminggu untuk tiap kebutuhan khusus |
Kebersihan dan toilet
| Barang | Inti 3 hari | Tambahan sampai 7 hari |
|---|---|---|
| Kebersihan tangan | ☐ Sabun; ☐ pembersih tangan; ☐ tisu basah | ☐ Sabun cadangan |
| Toilet | ☐ Kantong sampah tebal; ☐ tisu toilet | ☐ Toilet portabel darurat atau kantong penampung; ☐ penyerap bau |
| Perempuan dan bayi | ☐ Pembalut; ☐ popok dan tisu bayi | ☐ Stok seminggu |
| Sampah | ☐ Kantong sampah dan pengikat | ☐ Tempat sampah bertutup untuk menahan bau dan hama |
| Perawatan diri | ☐ Sikat dan pasta gigi; ☐ masker | ☐ Sarung tangan sekali pakai |
Toilet sering terlupa. Sebuah laporan media atas survei pemerintah Jepang yang diumumkan Oktober 2025 menyebut hanya sekitar 27 persen rumah tangga di sana yang menyimpan toilet portabel untuk tiga hari, sementara yang menyimpan air minum lebih dari separuh. Pelajarannya: toilet dan kantong sampah layak di daftar, bukan di akhir.
Penerangan dan energi
| Barang | Inti 3 hari | Tambahan sampai 7 hari |
|---|---|---|
| Senter | ☐ Dua senter, satu untuk malam di dekat tempat tidur; ☐ baterai cadangan | ☐ Lampu kepala; ☐ lampu darurat isi ulang |
| Power bank untuk ponsel | ☐ Satu power bank terisi penuh untuk tiap ponsel penting | ☐ Power bank kedua; ☐ kabel pengisi cadangan |
| Power bank dengan panel surya kecil | ☐ Bila ada, simpan terisi dan jemur sebentar tiap hari saat matahari terik | ☐ Pengisi daya tenaga surya atau engkol |
| Genset portabel | ☐ Opsional; hanya bila benar-benar paham keselamatannya (lihat bagian listrik padam) | ☐ Bahan bakar cadangan yang disimpan aman di luar rumah |
| Penerangan alternatif | ☐ Senter lebih aman daripada lilin | ☐ Korek atau pemantik di wadah kedap air |
Komunikasi dan informasi
| Barang | Inti 3 hari | Tambahan sampai 7 hari |
|---|---|---|
| Radio | ☐ Radio berbaterai atau engkol; ☐ frekuensi stasiun berita yang dipakai, dicatat di kertas | ☐ Baterai radio cadangan |
| Ponsel | ☐ Pengisi daya; ☐ mode hemat daya; ☐ pesan penting disalin ke kertas | ☐ Peta lingkungan yang diunduh dan dicetak |
| Kertas dan alat tulis | ☐ Daftar nomor darurat dan nomor keluarga di kertas | ☐ Buku catatan harian keluarga |
| Penanda minta tolong | ☐ Peluit untuk tiap anggota keluarga | ☐ Kode sederhana yang disepakati dengan tetangga |
Kesehatan
| Barang | Inti 3 hari | Tambahan sampai 7 hari |
|---|---|---|
| P3K | ☐ Kotak P3K lengkap, isinya dicek | ☐ Perban dan kasa tambahan |
| Obat rutin | ☐ Stok obat rutin untuk beberapa hari | ☐ Stok seminggu atau lebih; ☐ daftar obat dan dosisnya di kertas |
| Obat umum | ☐ Obat demam dan pereda nyeri yang biasa dipakai keluarga | ☐ Obat diare dan cairan oralit |
| Alat bantu | ☐ Kacamata cadangan; ☐ alat bantu dengar dan baterainya | ☐ Perlengkapan alat bantu medis lain |
Panduan Inggris menyarankan meminta resep ulang sebelum obat habis. Untuk keluarga di sini, cara sederhananya: jangan menunggu obat rutin habis total sebelum membeli lagi.
Dokumen, uang, dan pakaian
| Barang | Inti 3 hari | Tambahan sampai 7 hari |
|---|---|---|
| Dokumen | ☐ Salinan KTP, KK, akta, ijazah, surat tanah dan kendaraan di wadah kedap air | ☐ Salinan digital di ponsel dan satu penyimpanan lain |
| Uang tunai | ☐ Pecahan kecil untuk beberapa hari, karena pembayaran elektronik dan ATM bisa terganggu | ☐ Uang tunai tambahan di tempat terpisah |
| Pakaian | ☐ Pakaian ganti untuk tiga hari; ☐ jas hujan; ☐ sandal atau sepatu tertutup | ☐ Pakaian dalam cadangan; ☐ pakaian hangat |
| Tidur | ☐ Selimut atau sarung | ☐ Alas tidur |
Bayi, anak, lansia, dan hewan peliharaan
| Kelompok | Yang perlu disiapkan |
|---|---|
| Bayi | ☐ Susu dan makanan bayi siap saji; ☐ popok; ☐ botol yang bisa dicuci dengan air terbatas |
| Anak | ☐ Mainan sederhana tanpa baterai; ☐ buku dan alat gambar; ☐ camilan yang disukai |
| Lansia | ☐ Obat rutin; ☐ kacamata dan alat bantu; ☐ perlengkapan khusus seperti tongkat |
| Penyandang disabilitas | ☐ Alat bantu cadangan; ☐ catatan kebutuhan khusus untuk tetangga yang akan membantu |
| Hewan peliharaan | ☐ Makanan dan air untuk hewan; ☐ kandang atau tali |
Tas siaga bencana (emergency kit): isinya dan bedanya dengan persediaan di rumah
Dua hal ini sering tertukar. Tas siaga bencana, atau emergency kit, adalah tas berisi perlengkapan dasar yang siap dibawa cepat bila Anda harus mengungsi. Persediaan di rumah, yang dibahas di atas, untuk bertahan di dalam rumah ketika listrik, air, atau jalan terganggu. Pembedaan ini penjelasan kami; BMKG dan Kemenkes sendiri membahas tas siaga untuk 72 jam pertama.
| Pembanding | Tas siaga bencana | Persediaan di rumah |
|---|---|---|
| Kapan dipakai | Saat harus mengungsi atau meninggalkan rumah | Saat bertahan di rumah selama beberapa hari |
| Ukuran | Ringan dan dibawa sendiri, satu per orang atau satu per keluarga | Banyak dan berat (air, makanan), disimpan di kotak atau lemari |
| Cakupan waktu | 72 jam pertama | Tiga sampai tujuh hari, atau lebih |
| Isi utama | Dokumen penting, air minum secukupnya, makanan siap santap, obat, senter, radio kecil, power bank, uang tunai, pakaian ganti, peluit, masker, perlengkapan mandi | Semua isi checklist di atas, termasuk air dan makanan untuk beberapa hari |
| Tempat simpan | Dekat pintu keluar, mudah diambil | Di dalam rumah, tidak terlihat dari jalan |
Isi tas siaga di atas mengikuti anjuran BMKG dan daftar sepuluh butir Pusat Krisis Kemenkes yang sudah disebut; radio kecil dan power bank kami tambahkan dari panduan Inggris. Periksa isinya setiap enam bulan, ganti makanan dan obat yang mendekati kedaluwarsa, dan pastikan seluruh anggota keluarga tahu tempatnya. Perlu dicatat: istilah emergency kit juga dipakai untuk perlengkapan medis di rumah sakit, puskesmas, klinik, atau IGD. Itu perlengkapan tenaga kesehatan dan tidak dibahas di sini.
Listrik padam: power bank, panel surya, dan genset
Ponsel hampir selalu jadi barang pertama yang kehabisan daya. Pegangan sederhananya:
- Power bank untuk ponsel. Simpan dalam keadaan terisi penuh dan isi ulang tiap beberapa bulan. Tidak seluruh kapasitas yang tertulis akan masuk ke ponsel, jadi lebih aman memilih yang lebih besar dari perkiraan.
- Power bank dengan panel surya kecil, bila ada. Panel itu lambat dan bergantung cuaca, jadi anggap sebagai tambahan, bukan sumber utama. Jemur siang hari di tempat aman yang terlihat dari dalam rumah.
- Atur siapa memegang pengisi daya. Satu orang mencatat sisa daya, dan ponsel dipakai seperlunya, misalnya untuk satu kabar ke keluarga di hari pertama, bukan untuk media sosial.
Genset portabel. Genset opsional dan butuh disiplin keselamatan. Lembaga keselamatan produk konsumen Amerika Serikat (CPSC) menegaskan genset tidak boleh dinyalakan di dalam rumah, garasi, ruang bawah tanah, atau gudang, termasuk di garasi yang pintunya terbuka, dan harus ditempatkan di luar, jauh dari jendela, pintu, dan lubang angin. Karbon monoksida dari knalpotnya tidak berbau dan bisa melumpuhkan dalam hitungan menit. Materi CDC tentang genset menyebut jarak sekitar 6 meter (20 kaki) dari rumah sebagai patokan, dan menyarankan alarm karbon monoksida di dekat tempat tidur. Bila muncul pusing, mual, lemas, atau bingung, segera ke udara terbuka dan cari bantuan medis. Genset juga bising dan menarik perhatian di malam hari, jadi bicarakan dengan tetangga (lihat bagian keamanan).
Skenario hari 1 sampai 3
Skenario ini umum untuk listrik, air, dan sinyal yang terganggu beberapa hari, misalnya setelah bencana. Untuk bencana tertentu seperti gempa, banjir, atau letusan gunung, ikuti dulu peringatan dan arahan resmi BMKG, BNPB, dan BPBD setempat.
| Waktu | Yang dilakukan | Catatan |
|---|---|---|
| Beberapa jam pertama | Pastikan semua orang aman; periksa luka; ke tempat aman bila perlu; matikan saklar utama listrik dan kran gas bila ada kerusakan atau bau gas | Keselamatan nyawa lebih penting daripada barang |
| Hari 1, sore | Hitung jumlah orang, air, dan makanan; bagikan peluit dan senter; sepakati titik temu bila terpisah | Tulis jumlah air dan makanan di kertas |
| Hari 1, makanan | Habiskan makanan yang mudah rusak lebih dulu; jangan membuka pintu kulkas dan freezer tanpa perlu | Lihat catatan CDC di bawah tabel |
| Hari 1, informasi | Nyalakan radio pada jam tertentu untuk mendengar arahan; catat yang penting | Matikan radio di antara siaran untuk menghemat baterai |
| Hari 1, kabar | Kirim satu kabar singkat ke keluarga di luar daerah bahwa Anda aman, lalu hemat daya ponsel | Satu orang memegang ponsel untuk kabar |
| Hari 1, malam | Kunci rumah; satu orang berjaga bergantian bila lingkungan tidak aman; senter di dekat tempat tidur | Lihat bagian keamanan di bawah |
| Hari 2 | Susun jadwal harian: makan, minum, kebersihan, tugas anak; periksa kondisi tetangga yang rentan | Rutinitas menjaga semangat dan menghemat tenaga |
| Hari 2 sampai 3 | Jatah air: minum dulu, lalu memasak, lalu mencuci; cuci tangan sebelum makan dan sesudah toilet; jaga sampah tertutup | Kebersihan mencegah penyakit saat layanan kesehatan sulit dijangkau |
| Hari 3 | Periksa stok: berapa hari lagi air, makanan, dan obat; putuskan perlu menghubungi posko atau RT atau tidak | Catat apa yang paling cepat habis |
Soal makanan di kulkas, CDC menyebut kulkas menjaga makanan tetap aman sekitar 4 jam tanpa listrik bila pintunya tertutup, freezer penuh sekitar 48 jam, dan freezer setengah penuh sekitar 24 jam. Daging, ikan, telur, susu, dan sisa makanan yang sudah lewat 4 jam sebaiknya dibuang. Bila ragu, buang, dan jangan mencicipi untuk mengujinya. Angka itu dari Amerika Serikat; kulkas dan suhu ruangan di tiap rumah berbeda, jadi anggap sebagai batas atas.
Skenario sampai hari ke-7
Bila gangguan berlanjut sampai hari keempat sampai ketujuh, persoalan bergeser dari bertahan menjadi mengatur.
| Persoalan | Yang dilakukan | Catatan |
|---|---|---|
| Air | Cari sumber alternatif (sumur, tampungan hujan, posko air); rebus air yang tidak jernih atau tidak jelas asalnya | Lihat catatan air di bawah tabel |
| Makanan | Atur ulang jatah; pakai bahan pokok bila bahan bakar masih ada, dan masak sekali untuk beberapa porsi | Hemat bahan bakar masak |
| Kesehatan | Pantau obat rutin; kenali tanda sakit (demam, diare, luka bernanah); cari bantuan medis bila perlu | Jangan menunda bila ada gejala berat |
| Sampah dan toilet | Tutup rapat; buang di tempat yang disepakati warga | Bau dan hama mudah memicu penyakit |
| Semangat keluarga | Tetap pada jadwal harian; beri tugas kecil untuk anak; bicarakan perasaan | Capek dan cemas itu wajar; saling jaga |
| Hubungan dengan RT | Bergabung dengan posko atau dapur bersama; bagi tugas jaga dan bantuan | Kerja sama lebih hemat daripada bertahan sendiri-sendiri |
| Kapan mengungsi | Bila rumah tidak aman, petugas mengarahkan, atau persediaan hampir habis | Bawa tas siaga, dokumen, dan obat |
Soal air, CDC menyarankan air yang jernih dididihkan sampai mendidih bergolak selama 1 menit (3 menit di tempat yang sangat tinggi). Air yang keruh disaring dulu lewat kain bersih atau didiamkan sampai mengendap. Bila tidak bisa merebus, ada cara desinfeksi dengan pemutih rumah tangga tanpa pewangi, tetapi takarannya harus tepat dan berbeda untuk air keruh, jadi ikuti panduan resmi setempat dan jangan menebak. Penyaring air portabel juga tidak menyaring semua kuman, termasuk virus, jadi bukan pengganti merebus.
Apa yang dilakukan tanpa internet, tanpa hiburan, tanpa kabar dari luar
Hari pertama sering terasa seperti petualangan; hari ketiga terasa panjang. Yang menolong adalah rencana yang disiapkan sebelum gangguan datang.
- Informasi. Radio berbaterai atau engkol adalah sumber kabar resmi saat internet mati. Catat frekuensi stasiun berita dan siaran pemerintah daerah. Dengarkan pada jam tertentu, bukan terus-menerus.
- Kabar keluarga. Sepakati sebelumnya satu kontak di luar kota sebagai pusat kabar, dan titik temu bila keluarga terpisah. Tulis nomornya di kertas.
- Peta dan dokumen tanpa jaringan. Cetak peta lingkungan, jalur evakuasi, dan nomor penting. Simpan salinan digital dokumen di ponsel sebelum gangguan.
- Hiburan tanpa daya. Buku, kartu, permainan papan, alat gambar, teka-teki, dan cerita lisan. Siapkan sebelum dibutuhkan, terutama untuk anak.
- Jadwal harian. Waktu bangun, makan, tugas, istirahat, dan waktu tenang. Jadwal membuat hari terasa teratur.
- Kesehatan jiwa. Cemas, bosan, dan mudah marah itu wajar. Sediakan waktu bicara berdua dan ruang sendiri sebentar bagi tiap orang.
- Jangan menyebar kabar yang belum jelas. Tanpa internet, kabar dari mulut ke mulut mudah berubah. Pegang informasi dari radio dan petugas.
Keamanan di rumah, terutama malam hari
Bagian ini tidak menakut-nakuti, hanya bersikap hati-hati. Saat banyak orang kekurangan, rumah yang tampak berlimpah bisa memicu iri dan tindakan yang tidak diinginkan. Menyimpan persediaan dengan tenang bukan sikap egois; itu langkah pencegahan.
- Jangan pamer. Tidak perlu mengunggah foto persediaan di media sosial atau bercerita ke semua orang bahwa rumah Anda siap.
- Simpan di tempat yang tidak terlihat dari jalan. Di dalam lemari atau kotak tertutup di ruang tengah, bukan di teras.
- Tirai dan pencahayaan. Tutup tirai di malam hari. Pakai lampu seperlunya dan arahkan ke dalam, bukan menyala terang ke luar.
- Genset dan suara. Genset yang bising di malam hari menarik perhatian. Bila dipakai, sepakati dengan tetangga atau pakai bergiliran, dan tetap di luar rumah demi keselamatan.
- Kunci dan jalur keluar. Kunci pintu dan jendela, simpan kunci cadangan di tempat yang diketahui anggota keluarga, dan pastikan jalan keluar tidak terhalang barang.
- Jaga bergantian. Bila lingkungan terasa tidak aman, atur giliran berjaga di dalam rumah dan bergabung dengan jaga lingkungan bersama warga.
- Siapkan cara minta tolong. Peluit, kentongan, atau kode yang disepakati dengan tetangga, dan catatan nomor darurat setempat: polisi, pemadam, ambulans, BPBD, RT dan RW.
Ini bukan berarti tidak mau menolong. Bantuan yang diberikan terencana, misalnya lewat RT, posko, atau pengurus lingkungan, lebih aman dan lebih adil daripada dibagikan di pintu rumah yang memancing kerumunan. Tentukan lebih dulu apa yang bisa dibagi (misalnya air tambahan atau obat umum), kepada siapa, dan lewat siapa.
Perlindungan minimal di rumah dan di lingkungan
Di rumah
- ☐ Ketahui letak saklar utama listrik, kran utama air, dan kran gas, dan ajari seluruh anggota keluarga.
- ☐ Amankan lemari tinggi dan barang berat agar tidak roboh saat gempa, dan jangan menaruhnya di dekat tempat tidur.
- ☐ Taruh sepatu tertutup dan senter dekat tempat tidur.
- ☐ Simpan alat pemadam api ringan atau karung basah di dapur bila ada, dan periksa kondisi tabung gas.
- ☐ Pasang alarm karbon monoksida bila memakai genset.
- ☐ Sepakati titik kumpul di luar rumah dan jalur evakuasi, dan latih sekali.
- ☐ Taruh kotak P3K di tempat yang mudah dijangkau.
Di lingkungan: kerja sama dengan warga
Satu keluarga yang siap tetap rapuh bila tetangganya tidak. BNPB punya program Keluarga Tangguh Bencana (Katana), turunan dari program Desa Tangguh Bencana (Destana), yang bergerak dari sadar risiko, ke pengetahuan, sampai mampu menolong diri sendiri, keluarga, dan tetangga, dengan memperhatikan kelompok rentan seperti anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas. Beberapa hal yang bisa dibicarakan dengan RT atau RW:
- ☐ Daftar warga rentan (lansia sendirian, bayi, ibu hamil, penyandang disabilitas) dan siapa yang membantu tiap orang.
- ☐ Daftar keahlian dan alat warga: tenaga medis, tukang, pemilik genset, kendaraan, dan radio.
- ☐ Titik kumpul warga dan jalur evakuasi.
- ☐ Pembagian jaga lingkungan malam hari.
- ☐ Sumber air bersama dan cara membaginya.
- ☐ Dapur atau posko bersama bila gangguan berlangsung beberapa hari.
- ☐ Kode atau penanda yang dipahami bersama, misalnya peluit atau kentongan.
- ☐ Nomor penghubung ke kelurahan, puskesmas, dan BPBD.
Tanyakan ke kelurahan atau BPBD setempat apakah ada program atau pelatihan siaga di wilayah Anda. Kerja sama ini paling mudah dibangun sebelum ada kejadian, misalnya lewat obrolan sepuluh menit di pertemuan warga.
Cara menyiapkannya tanpa menguras dompet
Daripada membeli semuanya sekaligus, cicil per minggu. Contoh buatan kami, harga di tiap daerah berbeda:
| Contoh cicilan 6 minggu | Fokus belanja minggu itu |
|---|---|
| Minggu 1 | Air minum dan makanan tahan lama untuk 3 hari |
| Minggu 2 | Senter, baterai, radio, power bank |
| Minggu 3 | Kotak P3K, obat rutin, perlengkapan kebersihan dan toilet |
| Minggu 4 | Wadah kedap air untuk dokumen, uang tunai, tas atau kotak penyimpanan |
| Minggu 5 | Barang untuk anak, bayi, lansia, dan hewan; alat tulis, buku, permainan tanpa daya |
| Minggu 6 | Tambahan menuju 7 hari; obrolan dengan tetangga tentang kerja sama |
Anggaran per minggu sebaiknya disesuaikan dengan sisa uang bulanan Anda; cara menghitungnya ada di Cara Membuat Anggaran Bulanan Berdua Saat Penghasilan Tidak Tetap. Makanan yang sudah ada di dapur bisa dipakai bergilir: pakai yang lama dulu, ganti dengan yang baru, supaya tidak ada yang kedaluwarsa. Periksa isi setiap enam bulan, seperti anjuran di panduan Inggris.
Bagi tugas berdua
Kesiapan lebih mudah bila pembagiannya jelas sebelum ada kejadian. Contoh:
| Tugas | Dipegang | Pengganti |
|---|---|---|
| Air dan makanan | Istri | Suami |
| Obat dan P3K | Suami | Istri |
| Dokumen, uang tunai, dan kontak darurat | Istri | Suami |
| Senter, radio, dan power bank | Suami | Istri |
| Obrolan dan kabar dengan RT | Suami | Istri |
| Pengecekan tiap enam bulan | Bergantian | Bergantian |
Tabel itu hanya ilustrasi. Yang penting setiap barang punya pemegang dan pengganti, dan seluruh anggota keluarga tahu tempat menyimpannya.
Menyiapkan tanpa menimbun
Persediaan darurat bukan alasan memborong. Membeli secukupnya dan bertahap menjaga barang tetap tersedia bagi orang lain. Menteri keamanan Inggris, Dan Jarvis, dikutip UK Defence Journal berkata bahwa mereka yang mampu sebaiknya mengikuti saran ini, bukan bahwa semua orang wajib. Untuk panduan resmi di daerah Anda, tanyakan juga ke BPBD setempat.
Tulisan ini pengetahuan umum untuk membantu keluarga bersiap, bukan nasihat keselamatan profesional atau perintah resmi. Daftar disusun dari halaman resmi Be Ready (Inggris), BMKG, Pusat Krisis Kemenkes, BNPB, CPSC, dan CDC, ditambah pertimbangan redaksi yang ditandai sebagai contoh atau penafsiran.
Tulisan lain tentang uang berdua ada di topik Keuangan Keluarga, dan pertanyaan untuk malam hari terkumpul di seri Obrolan Malam Berdua.
Hujan deras malam itu membuat lampu rumah berkedip tiga kali, lalu padam. Dari kamar, Naya berteriak, “Ayah, gelap!”
“Tenang,” jawab Bayu sambil meraba-raba lemari. “Senter ada di laci ini.”
“Laci yang mana?” tanya Sari dari dapur.
“Laci yang… mana ya.”
Sari tertawa pendek dan menyalakan ponselnya. Ia membuka lemari bawah tangga dan mengeluarkan kotak plastik berlabel tulisan tangan: DARURAT, TIGA HARI. Isinya senter, radio kecil, air kemasan, biskuit, dan map plastik berisi salinan dokumen.
Bayu menatap kotak itu dengan mulut terbuka. “Kapan kamu menyiapkan ini?”
“Sedikit-sedikit, tiap Minggu. Kamu dulu bilang itu berlebihan.”
“Aku bilang apa?”
“Kalau mati lampu, cukup tidur saja.”
Naya mengangkat senter ke langit-langit dan membuat bayangan kelinci, lalu tertawa sampai lupa takut gelap. Bayu tersenyum, kemudian teringat sesuatu. “Bu Rina di sebelah tinggal sendirian. Dia punya senter?”
“Besok pagi kutanyakan lewat Pak RT, supaya semua warga tahu siapa yang perlu dibantu,” kata Sari. “Dan jangan bilang keras-keras kita punya banyak air.”
“Kenapa?”
“Bukan pelit. Biar bagiannya lewat Pak RT, tertib, dan tidak ada yang iri.”
Bayu mengangguk. “Minggu depan aku yang beli baterainya, dan aku yang ikut rapat warga.”
Sari menyerahkan senter kecil itu pada Naya. “Satu lagi: besok kita latihan keluar lewat pintu belakang, ya.”
Di luar, hujan masih turun dan jalan kampung gelap sepenuhnya. Namun dari jendela mereka mulai terlihat cahaya senter di rumah-rumah lain, bergerak pelan satu per satu seperti kunang-kunang.
- Kalau listrik dan air mati tiga hari, apa yang paling kita khawatirkan di rumah ini?
- Barang apa dari daftar tadi yang belum kita punya, dan mana yang paling mendesak?
- Siapa tetangga yang perlu kita bantu lebih dulu, dan lewat siapa kita membantunya?
- Kapan kita sepakat mengecek isi persediaan ini setiap enam bulan?