Gaji dari usaha sendiri paling aman ditentukan dari dua angka: kebutuhan rumah tangga tiap bulan dan untung bersih usaha di bulan-bulan sepi, bukan dari uang yang kebetulan ada di laci. Di bawah ini tiga cara menentukannya, lengkap dengan contoh hitungan buatan kami.
Hitung dulu kebutuhan rumah tangga per bulan dan untung bersih usaha (penjualan dikurangi modal bahan dan biaya usaha). Lalu pilih satu cara: gaji tetap, persentase dari untung, atau gaji dasar ditambah bonus. Bagian untung yang tidak diambil tetap tinggal di usaha supaya modal tetap berputar. Semua angka di sini contoh, bukan patokan.
Mulai dari dua angka
Pertama: kebutuhan rumah tangga per bulan
Ini angka yang rumah Anda butuhkan agar jalan: makan, listrik, sekolah, cicilan, dan seterusnya. Cara menghitungnya ada di Cara Membuat Anggaran Bulanan Berdua Saat Penghasilan Tidak Tetap. Anggap saja hasilnya Contoh: Rp3.000.000 per bulan.
Kedua: untung bersih usaha
Untung bersih bukan penjualan. Hitungannya penjualan dikurangi modal bahan, lalu dikurangi biaya usaha seperti listrik, kemasan, ongkos antar, dan sewa. Pemilik usaha kecil mudah menganggap seluruh uang di laci sebagai untung, padahal sebagian adalah modal untuk belanja besok. Ambil catatan tiga sampai enam bulan terakhir, dan perhatikan bulan terendahnya.
Tiga cara menentukan gaji
Contoh di bawah memakai kebutuhan rumah Rp3.000.000 dan untung bersih tiga bulan: Rp6.000.000, Rp4.000.000, dan Rp7.000.000. Semua angka buatan kami untuk memperlihatkan caranya.
| Cara | Isinya | Gaji bulan 1, 2, 3 (Contoh) | Sisa untuk usaha (Contoh) | Kelebihan dan kekurangan |
|---|---|---|---|---|
| Gaji tetap | Jumlah sama tiap bulan, dekat dengan kebutuhan rumah | Rp3.000.000, Rp3.000.000, Rp3.000.000 | Rp3.000.000, Rp1.000.000, Rp4.000.000 | Rumah tenang karena pasti; sisa untuk usaha ikut naik turun |
| Persentase dari untung | Misalnya 60 persen dari untung bersih tiap bulan | Rp3.600.000, Rp2.400.000, Rp4.200.000 | Rp2.400.000, Rp1.600.000, Rp2.800.000 | Adil terhadap kondisi usaha; bulan sepi gaji bisa di bawah kebutuhan rumah (bulan 2 kurang Rp600.000) |
| Gaji dasar ditambah bonus | Dasar Rp3.000.000, ditambah 30 persen dari untung di atas Rp4.000.000 | Rp3.600.000, Rp3.000.000, Rp3.900.000 | Rp2.400.000, Rp1.000.000, Rp3.100.000 | Rumah tetap aman, bulan ramai terasa bedanya; hitungannya perlu dicatat rapi |
Tidak ada cara yang paling benar. Gaji tetap cocok bila usaha Anda relatif stabil. Persentase cocok bila Anda punya cadangan untuk menutup bulan sepi. Gaji dasar ditambah bonus adalah jalan tengah yang sering terasa paling adil bagi pasangan yang menjalankan usaha berdua.
Yang sering terlewat
- Sisa untung bukan untuk dihabiskan. Bagian yang tidak diambil tinggal di usaha sebagai modal berputar, cadangan, dan pengganti alat. Kalau semua diambil, usaha mudah kekurangan modal.
- Gaji berdua atau satu gaji rumah tangga? Pada usaha yang dikerjakan suami dan istri, sepakati apakah masing-masing digaji atau hanya ada satu pos gaji rumah tangga. Pembahasannya ada di Suami Istri Berbisnis Bersama? 5 Hal yang Perlu Disepakati.
- Pindahkan di tanggal yang sama. Gaji yang dipindahkan dari kas usaha ke dompet rumah di tanggal tetap lebih mudah dicatat. Cara memisahkan dua dompet itu ada di Uang Usaha dan Uang Rumah Tercampur?.
- Tinjau tiap tiga bulan. Kebutuhan rumah dan kondisi usaha berubah. Kalau gaji yang ditetapkan terasa mencekik usaha atau mencekik rumah, ubah angkanya.
Mulai minggu ini
- Tulis kebutuhan rumah tangga per bulan.
- Hitung untung bersih tiga bulan terakhir, lalu lihat bulan terendahnya.
- Pilih satu dari tiga cara, dan tulis hitungannya di satu lembar kertas.
- Pindahkan gaji pertama di tanggal yang disepakati, lalu tinjau setelah tiga bulan.
Tulisan ini pengetahuan umum untuk membantu pasangan berdiskusi, bukan nasihat keuangan, dan tidak merekomendasikan produk bank, investasi, pinjaman, asuransi, atau aplikasi tertentu.
Tulisan lain tentang uang berdua ada di topik Keuangan Keluarga, dan pertanyaan untuk malam hari terkumpul di seri Obrolan Malam Berdua.
Akhir bulan, hujan tipis di luar, dan lampu dapur menyala kuning. Sari membentangkan buku catatan warung di meja makan. Di sebelahnya ada kalkulator, dan di seberangnya Bayu menopang dagu dengan wajah curiga.
“Jadi gaji kita berapa?” tanya Bayu.
“Kebutuhan rumah tiga juta. Untung bulan lalu lima juta lebih.” Sari mengetuk kalkulator. “Kalau semua kita ambil, warung tidak punya modal buat belanja.”
“Tapi kalau cuma tiga juta, bulan ramai kita rugi?”
“Makanya aku usul tiga juta tetap, ditambah bonus kalau untungnya lewat empat juta.”
Bayu mengangkat alis. “Bonus? Dari warung ke kantong kita sendiri?”
“Iya. Kita karyawan sekaligus bosnya.”
Bayu tertawa. “Bos yang gajinya dicatat di buku.”
“Lebih baik dicatat daripada hilang di laci.”
Bayu menarik buku itu mendekat dan membaca hitungannya pelan-pelan. Lalu ia mengangguk pelan, mengambil pulpen dari saku kemejanya, dan menandatangani halaman itu dengan huruf besar-besar: DIREKTUR. Naya mengintip dari pintu kamar dan bertanya kenapa ayahnya menulis besar-besar. “Rahasia perusahaan,” jawab Bayu.
- Berapa kebutuhan rumah kita sebulan menurutmu, dan angka mana yang kamu ragukan?
- Cara mana yang paling cocok buat usaha kita: tetap, persentase, atau dasar plus bonus?
- Berapa bagian untung yang menurutmu harus tinggal di usaha?
- Kapan kita tinjau lagi gaji ini supaya tidak terlupakan?